<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857</id><updated>2012-02-21T03:20:05.933-08:00</updated><category term='Self Building'/><category term='Enlightment'/><category term='The balance'/><category term='Self Awareness'/><category term='Get sharp'/><category term='Self Learning'/><category term='Internal Spirit'/><category term='The Anthem'/><category term='Enlightenment'/><title type='text'>WELCOME TO PRIE'S WORLD</title><subtitle type='html'>ENDLESS EXCITEMENT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-7140283008534754338</id><published>2011-07-26T15:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T15:41:59.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Learning'/><title type='text'>Pelajaran Dari Laba-Laba</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0BO2XHq5UqY/Ti9Cb_oReGI/AAAAAAAAADs/hI44Zvd8MHA/s1600/Get%2Bspirit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 246px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0BO2XHq5UqY/Ti9Cb_oReGI/AAAAAAAAADs/hI44Zvd8MHA/s320/Get%2Bspirit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633794707568031842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustasi yang menggantung disana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya. Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan iseng dan kesal diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itupun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya, dirusak tanpa ampun. Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira Apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah labalaba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain? Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat, setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, diamati ulah si laba-laba, apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah pengrusakan sarang kedua kalinya? Ternyata untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang sedikit demi sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali, dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, Semangat binatang kecil sungguh luar biasa!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menimbulkan perasaan malu Si pemuda. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu, dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati : Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi ! berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun&lt;br /&gt;sarangnya kembali dari setiap kehancuran! Kegagalan bukan berarti kita harus menyerah apalagi putus asa, kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin, selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat ditengah jalan, karena dalam kenyataannya , tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JANGAN TAKUT GAGAL !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari www.andriewongso.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-7140283008534754338?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/7140283008534754338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=7140283008534754338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/7140283008534754338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/7140283008534754338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/07/pelajaran-dari-laba-laba.html' title='Pelajaran Dari Laba-Laba'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0BO2XHq5UqY/Ti9Cb_oReGI/AAAAAAAAADs/hI44Zvd8MHA/s72-c/Get%2Bspirit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-3531896332567311894</id><published>2011-07-20T22:54:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T23:06:11.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Learning'/><title type='text'>Friendship</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-c-xkE-BTQA4/TifBLPrMRyI/AAAAAAAAADk/mKp-RvQQVaE/s1600/pict01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-c-xkE-BTQA4/TifBLPrMRyI/AAAAAAAAADk/mKp-RvQQVaE/s320/pict01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631682257980507938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;..Dan jika berkata,&lt;br /&gt;berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..&lt;br /&gt;Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.&lt;br /&gt;Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.&lt;br /&gt;Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.&lt;br /&gt;Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,&lt;br /&gt;kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,&lt;br /&gt;pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;&lt;br /&gt;karena tanpa ungkapan kata,&lt;br /&gt;dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama &lt;br /&gt;dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;&lt;br /&gt;Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,&lt;br /&gt;mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,&lt;br /&gt;bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,&lt;br /&gt;nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.&lt;br /&gt;Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,&lt;br /&gt;di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:&lt;br /&gt;hanya menangkap yang tiada diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.&lt;br /&gt;Jika dia harus tahu musim surutmu,&lt;br /&gt;biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.&lt;br /&gt;Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,&lt;br /&gt;untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?&lt;br /&gt;Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!&lt;br /&gt;Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.&lt;br /&gt;Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.&lt;br /&gt;Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disadur dari "Friendship" karya Kahlil Gibran)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-3531896332567311894?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/3531896332567311894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=3531896332567311894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/3531896332567311894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/3531896332567311894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/07/friendship.html' title='Friendship'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c-xkE-BTQA4/TifBLPrMRyI/AAAAAAAAADk/mKp-RvQQVaE/s72-c/pict01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-2715637472907031230</id><published>2011-07-20T21:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T19:13:38.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Awareness'/><title type='text'>Portrait of Our nation's Laws and Morality</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-97DDljWUHjo/TiezdaXnNjI/AAAAAAAAADM/v0xl9JuZPFA/s1600/20110720HER04_SIDANG_PERDANA_ROSALINA1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-97DDljWUHjo/TiezdaXnNjI/AAAAAAAAADM/v0xl9JuZPFA/s320/20110720HER04_SIDANG_PERDANA_ROSALINA1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631667176926033458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Behold, I sent no other to perfect morality — nation" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Narrated by al-Malik bin Anas and Ahmad Ibn Hanbal) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As already knowing that our country is a country of laws. Does everything have to be subjugated under the law, without any discrimination. But the law is not everything. The law is not a goal. The law itself was created is not solely to manage, but more than that to achieve the lofty goals, namely justice, happiness and welfare of the people. Our laws are the product of the colonial heritage. Our laws still being catagorized as legal positivism is not a lot of legal realism. How much does!, realitanya law itself has not been a lot of meets that goal. The law itself — as stated by H.L.A Hart in his book. General Theory of Law and State, 1965 — actually must include three elements value, i.e. the moral obligations, and rules. Therefore the law cannot be separated from moral dimension (Jeffrie Murphy and Jules Coelman, The Philosophy of Law, 1984). Our nation is a cultured nation with different Nations espousing Eastern West. Our nation is upholding the morality of peoples. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But lately, unwitting or realized, moral degradation has occurred in the country. How much does!, something contrary to religious values had been ignored, and even considered a progress. Corruption is a massive problem to our country. It practices systemically at any level of our birocracy without any shame. Ironically again corruption become the nation habit and fundamental character so will takes a hard effort to erase it from our culture. With a variety of reasons, among them because the corruptor will become a hero of its kind and maybe a hero of our birocracy. A reason which is irasionil and non-philosophical. Wouldn't this mean legalizing corruption? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why not, a young famous Da'i, Aa Gym, which stamps, because a very large role in building this nation's morality?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we examine carefully, then it is clearly visible that the corruption and corruptor itself is used as an object which is exploited by nation politics to be a lethal bullet to shootdown its enemy. Corruption is one of our nation's diseases. Behind it, unknowingly or realized the Muslims were destroyed by the destruction of the subtly morality (morals). Whereas the primary morals are something. Expressly with taukîd the Prophet said, "Behold, I sent to perfect morality — nation"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition, for citizen who will feel minded jelly, even this can be regarded as an abuse against morality and laws. This does two things will always attract attention. On the one hand our nation is a nation of laws, and half on the one hand the nation we are upholding the morality of peoples. When the collition between the two, how our attitude? The program also is not even a problem off of the political aspect. Politically, the parties are in dire need of great mass. KPK can be utilized for this purpose. So, the sword of justice should be sharpened by choosing the "clean" men as its knight of justice. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In highlighting the problem, he should immediately look for a solution the solution that reflects the meeting of Justice for human rights, without sacrificing the moral as religious values (values of religion). This is our common responsibility, especially the leaders, which surely must be responsive to the problem. If the law has not been explicitly, whereas moral has demanded it, becomes transformed into a morality of attention and take precedence. Immediately the Government and the Council to respond to the problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are not able to avoid the modernization and globalization nowadays. Electronic Media and the role that was very signivikan for the development of science. But on the other hand, it brings negative effects should be avoided. The effort that must be done is the selection of the various events that can cause sexual abusal or stimulation. How much does, e.g. TV, accessible to all walks of life, both children and parents. There was no limitation to any impressions on TV indicated that it does not contradict or condoned by the State. When in our country, berfalsafahkan Pancasila that contains written values, morality. In Islam, has been very clear that the Prophet's mission is to improve the morality of the people/nation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The law as mentioned in advance, must include three elements, namely moral obligations, and rules. The law itself is not a goal, but as a tool to reach high goals, namely maqâshid al-syarî'ah. Maqâshid al-syarî'ah was not incompatible with human rights, even includes HAM itself. But that needs to be emphasized is that individual rights must not be contrary to religious rights, i.e. should not overlook the moral aspect. What would that be, if everyone is given the freedom to be creative which in fact would ruin the nation? ". Wouldn't this actually runs counter to the HAM much less maqâshid al-syarî'ah of the above?. Because of the attitude of the corruption is immoral, also closed its doors (sadd al-dzarî'ah) in order not to get too far carries negative impact, destroying the morals of the nation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, should be conscious leaders (realized), that anything could be politicized, but it is clear that ignoring the politicization of morality is not honored. The campaign by featuring a corruptor as a hero is disobedience to be avoided by rule Dar al-muqaddam mafâsid ' alâ jalb al-mashâlih (avoid kemafsadatan [negative effects, in the form of degradation of the nation's morality] that take precedence over the expediency of interesting/mass). Is needed now is a professional and moral credibility in order to alleviate the nation's economic slump, either a slump, monetary, trust, law and morality in the deterioration. Only awareness and political will of leaders to take a policy of maslahat (tasharruf al-imâm al-manûth bi mashlahah). Wa Allâh al-Musta'ân. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(written by: Aprie Subekti)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-2715637472907031230?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/2715637472907031230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=2715637472907031230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2715637472907031230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2715637472907031230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/07/portrait-of-our-nations-laws-and.html' title='Portrait of Our nation&apos;s Laws and Morality'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-97DDljWUHjo/TiezdaXnNjI/AAAAAAAAADM/v0xl9JuZPFA/s72-c/20110720HER04_SIDANG_PERDANA_ROSALINA1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-7457025138673476942</id><published>2011-07-02T00:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T13:56:32.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enlightment'/><title type='text'>SOICHIRO HONDA: "Lihatlah Kegagalan Saya"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nQasz2X-LzQ/Tg7Obdogl6I/AAAAAAAAADE/DhEcT5-OA3I/s1600/Soichiro%2BHonda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nQasz2X-LzQ/Tg7Obdogl6I/AAAAAAAAADE/DhEcT5-OA3I/s320/Soichiro%2BHonda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624659955838654370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Tokyo, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kuliah karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5 Resep keberhasilan Honda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda. &lt;br /&gt;2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.&lt;br /&gt;3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.&lt;br /&gt;4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis. &lt;br /&gt;5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan patah semangat, tetaplah yakin "Success is my right"!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-7457025138673476942?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/7457025138673476942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=7457025138673476942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/7457025138673476942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/7457025138673476942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/07/soichiro-honda-lihatlah-kegagalan-saya.html' title='SOICHIRO HONDA: &quot;Lihatlah Kegagalan Saya&quot;'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nQasz2X-LzQ/Tg7Obdogl6I/AAAAAAAAADE/DhEcT5-OA3I/s72-c/Soichiro%2BHonda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-2968759762019793868</id><published>2011-06-22T03:47:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T12:53:48.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Building'/><title type='text'>Cinta Tanpa Syarat</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-p-mw7tip7cY/TgJgH0nWKGI/AAAAAAAAAC0/VHWgCCygFBE/s1600/39543_1690984833461_1202955213_1940651_8375201_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-p-mw7tip7cY/TgJgH0nWKGI/AAAAAAAAAC0/VHWgCCygFBE/s320/39543_1690984833461_1202955213_1940651_8375201_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621160972410824802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan ada sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul. Dalam keluarga itu, ada kakek dan nenek mereka yang merupakan pasangan suami isteri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, ketika sedang mengobrol bersama, cucu mereka bertanya kepada mereka berdua, "Kek, Nek, Kakek dan Nenek sudah berumah tangga lamaaa sekali, sepertinya damai dan tenang-tenang saja. Bahkan kami tidak mendengar Kakek dan Nenek bertengkar selama ini. Tolong beritahu kepada kami dan cara Kakek dan Nenek mempertahankan cinta bertahun-tahun lamanya, agar kami yang muda-muda bisa belajar," pinta cucu itu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu, sesaat Kakek dan Nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, nenek yang akan memulai bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," Kata kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kakek dan nenekmu ini terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul 'Bagaimana Memperkuat Tali Pernikahan'. Disana dituliskan, masing-masing dari pasangan diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa bertahan lama, lebih kuat dan bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar, agar tidak saling intip dan bisa berkonsentrasi mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek mendapat giliran pertama untuk membacakan daftar 'dosa' kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga ya. Namun herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tersenyum penuh haru. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya dengan sepenuh hati hingga selesai dan kelelahan. Hehehe. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutkan bercerita... Karena kakek yang harus membacakan catatan daftar 'dosa' dari nenekmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, bahkan beberapa lembar, tetapi sayangnya... hanya kertas kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek," ujar kakek sambil melempar senyum sayang ke arah nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pun segera menimpali, "nenek sungguh sangat tersentuh oleh kenyataan dan pernyataan kakekmu. Sehingga nenek langsung meremas dan membuang semua kertas daftar panjang kesalahan yang sudah nenek buat. Sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu alasan apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua. Kami pun berkomitmen untuk terus menjaga keharmonisan hubungan ini hingga maut memisahkan kami berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral:&lt;br /&gt;Yakini dan percayalah, bahwa kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk memaafkan dan kalau mungkin melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan lebih berarti, dinikmati dan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari: www.andriewongso.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-2968759762019793868?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/2968759762019793868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=2968759762019793868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2968759762019793868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2968759762019793868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/06/cinta-tanpa-syarat.html' title='Cinta Tanpa Syarat'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-p-mw7tip7cY/TgJgH0nWKGI/AAAAAAAAAC0/VHWgCCygFBE/s72-c/39543_1690984833461_1202955213_1940651_8375201_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-319966072029989513</id><published>2011-06-03T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T14:27:43.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Learning'/><title type='text'>Bangsa Yang Sakit</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ek82x6LkDAA/TgEGLW3P97I/AAAAAAAAACs/0UHRogPg3tU/s1600/200px-Sigmund_Freud_LIFE.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 284px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ek82x6LkDAA/TgEGLW3P97I/AAAAAAAAACs/0UHRogPg3tU/s320/200px-Sigmund_Freud_LIFE.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620780602120730546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri saat saya sedang berlibur di sebuah kota di negeri tercinta Indonesia. Suatu hari saya sedang mengendarai mobil di jalan tol dengan kondisi terjadi kemacetan. Tidak jauh dari mobil saya kira-kira 3 mobil di belakang saya ada sebuah ambulan yang membawa (mungkin) pasien yang membutuhkan penangan cepat dari rumah sakit. Ambulan tersebut meraung-raung menyalakan sirene dan lampu emergency nya, namun tampak saya perhatikan tak ada satupun mobil disekitarnya yang berusaha untuk minggir memberi jalan bagi ambulan tersebut. Saya berusaha menepikan mobil saya ke arah kiri namun mobil disisi kiri saya tak juga bergerak menepi, ya jadi mobil saya terjepit dan tidak bisa memberi jalan bagi ambulan tersebut. Saya membayangkan bagaimana sakitnya penderitaan si pasien yang ingin segera mendapatkan penanganan dokter tersebut yang mesti tertunda karena ketidakpedulian pengguna jalan lainnya. Bagaimana jika yang di dalam ambulan tersebut saya atau anda atau supir di depan saya, sisi kiri saya, atau dibelakang saya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kisah nyata kedua. Jalan tol seperti yang kita ketahui dibagi menjadi 3 jalur yaitu: Jalur lebih lambat disisi paling kiri, Jalur lambat disisi tengah, dan Jalur cepat/mendahului disisi paling kanan. Pada saat saya berkendara di jalan tol, saya menyaksikan sebuah mobil berwarna merah (Pengendara A) dengan kecepatan lambat berada di jalur paling kanan atau jalur cepat. Mobil tersebut menghalangi 2 sampai 3 mobil dibelakangnya dengan kecepatan tinggi karena mungkin ada suatu keperluan sehingga dia harus cepat-cepat mengendarai mobilnya. Mobil dibelakang mobil berwarna merah tersebut berusaha memberikan tanda dengan klakson ataupun lampu dim agar dia dapat diberi jalan karena dia sedang buru-buru, namun apa yang terjadi mobil merah tersebut malah menurunkan kecepatan mobilnya dan tidak mau memberi jalan. Akhirnya, jalur tengah yang seharusnya digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan lambat digunakan mobil dibelakang mobil merah tersebut untuk mendahului mobil merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 2 kisah sederhana yang saya alami sendiri, nyatalah ada sesuatu yang kurang atau mungkin hilang dalam masyarakat kita. Bagaimana halnya dengan kasus yang lebih besar dari contoh di atas misalnya korupsi yang akhir-akhir ini sedang marak di tanah air, pembunuhan, perampokan, kekerasan kelompok, dan hal lain yang bikin bulu kuduk kita merinding?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sigmund Freud&lt;/em&gt; berpendapat, sifat manusia dibagi menjadi 3 karakter yaitu: &lt;strong&gt;Id, Ego, dan Super Ego&lt;/strong&gt;. Karakter-karakter tersebut merupakan sifat dasar atau Basic sense dari setiap manusia yang berinteraksi dalam lingkungan sosial kehidupan kita sehari-hari yang akan membentuk karakter manusia yang kompleks. Mungkin banyak dari anda bertanya, apa sih arti dari Id, Ego, dan Super ego itu? Baiklah akan saya jelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Karakter Id &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. id ini sangat penting awal dalam hidup, karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin. Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima. Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Karakter Ego &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku, tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id’s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Karakter Super Ego&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua bagian superego: &lt;br /&gt;Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita korelasikan antara contoh kasus yang ada diatas dengan "basic sense" manusia tersebut. Saya menyadari bahwa dalam setiap pengendara mobil dalam contoh kasus saya itu memiliki 3 jenis karakter dasar manusia tersebut sekaligus, ketiganya saling berinteraksi satu sama lain. Namun dengan semakin kerasnya persaingan, pengaruh lingkungan, dan tekanan hidup yang semakin berat akan memaksa pengendara mobil tersebut untuk memilih zona "comfort" atau kesenangan mereka untuk menerapkan prinsip dan nilai pribadinya masing-masing. Mereka meyakini bahwasanya seandainya mereka menepikan mobil mereka ke arah kiri untuk memberi jalan bagi ambulan ataupun mobil yang berkecepatan tinggi tersebut maka kemungkinan mobil yang lain pun akan masuk ke ruang yang terbuka tersebut dan pastinya tidak akan ada lagi ruang baginya untuk menempati posisi awal mobilnya. Disini terlihat karakter Id bermain dan menjadi komponen utama kepribadian pengendara mobil dalam contoh kasus karena Id adalah sumber segala energi psikis. jika Id mendominasi basic sense manusia, maka akan timbul suatu penyakit jiwa yang bernama Paranoia yaitu penyakit jiwa yang membuat sang penderita merasa cemas akan ancaman dari orang lain terhadap segala kesenangan hidup dan nilai-nilai filosofi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau dari kasus diatas tersebut dimungkinkan adanya keinginan untuk menepi tetapi tidak dimungkinkan karena kondisi lingkungan yang memaksa, maka karakter Ego lah yang bermain karena sang ego berusaha menyeimbangkan nilai-nilai internal dirinya yang meyakini bahwa tindakan memberi jalan bagi ambulan adalah benar dengan realitas yang ada sehingga Id dapat dipadukan dengan norma-norma dalam kondisi nyata. Namun seandainya sang ego mendominasi karakter anda, maka anda akan terlihat Apatis yaitu kondisi yang terlalu membiarkan realitas berjalan diatas nilai-nilai internal anda sehingga anda menjadi tak acuh terhadap lingkungan sekitar anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Super ego? Super ego akan berperan jika pengemudi A merasa benar dan sesuai dengan apa yang diyakininya benar dengan tindakannya memperlambat mobilnya sehingga tidak memberi ruang sedikitpun bagi mobil dibelakangnya untuk mendahuluinya. Sifat ini juga cukup berbahaya jika mendominasi karena akan membuat seseorang menjadi Keras kepala dan selalu merasa dirinya benar. Maka output dari dominasi super ego adalah konflik sosial ditataran masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah bahwasanya contoh kasus yang saya alami sendiri adalah contoh dari suatu bangsa yang sedang sakit dan awal dari penyakit kejiwaan yang melanda masyarakat kita. Tidaklah heran banyak sekali konflik yang terjadi dan sangat sistemik sehingga dibutuhkan suatu shock therapy yang mujarab yaitu penerapan hukum yang kuat serta tanpa pandang bulu di dalam masyarakat kita. Sigmund Freud berpendapat, kunci kepribadian yang sehat adalah adanya keseimbangan antara Id, Ego, dan Super ego dan saya meyakini keseimbangan itu dapat kita peroleh jika kita menjalankan syariat agama kita masing-masing dengan benar sehingga ada kesejukan bathin dalam kehidupan kita. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Written By: Aprie Subekti)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-319966072029989513?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/319966072029989513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=319966072029989513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/319966072029989513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/319966072029989513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/06/bangsa-yang-sakit.html' title='Bangsa Yang Sakit'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ek82x6LkDAA/TgEGLW3P97I/AAAAAAAAACs/0UHRogPg3tU/s72-c/200px-Sigmund_Freud_LIFE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-8724040917160174380</id><published>2011-04-29T04:01:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T04:05:52.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Learning'/><title type='text'>Pelajaran dari Kepiting</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TTjAn26DVkU/Tbqbc_3NS-I/AAAAAAAAACg/rdg734epp2Y/s1600/kepiting.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TTjAn26DVkU/Tbqbc_3NS-I/AAAAAAAAACg/rdg734epp2Y/s320/kepiting.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600960009070267362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelang malam hari di tepi pantai, terlihat para nelayan melakukan kegiatan menangkap kepiting yang biasanya keluar dari sarang mereka di malam hari. Kepiting-kepiting yang ditangkap oleh nelayan, sebagian kecil akan menjadi lauk santapan keluarga dan sebagian besar akan dibawa ke pengumpul atau langsung ke pasar untuk dijual. Para nelayan itu memasukkan semua kepiting ke dalam baskom terbuk. Menariknya, baskom tersebut tidak perlu diberi penutup untuk mencegah kepiting meloloskan diri. Ada yang menarik dari tingkah laku kepiting-kepiting yang tertangkap itu. Mereka sekuat tenaga selalu berusaha keluar dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat, tetapi jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom maka teman-temannya pasti akan berusaha keras menarik kembali ke dasar baskom. Begitulah seterusnya sehingga akhirnya tidak ada seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom. Sebab itulah para nelayan tidak membutuhkan penutup untuk mencegah kepiting keluar dari baskom dan kemudian mati hidupnya si kepiting pun ditentukan keesokan harinya oleh si nelayan. Sungguh menarik kisah dari sifat kepiting tadi, mengingatkan kita pada kehidupan manusia. &lt;br /&gt;Kadang tanpa disadari, manusia bertingkah laku seperti kepiting di dalam baskom. Saat ada seorang teman berhasil mendaki ke atas atau berhasil mencapai sebuah prestasi, yang seharusnya kita ikut berbahagia dengan keberhasilan itu, tetapi tanpa sadar kita justru merasa iri, dengki, marah, tidak senang, atau malahan berusaha menarik atau menjatuhkan kembali ke bawah. Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi. Sifat iri, tidak mau kalah, akan semakin nyata dan bila tisak segera kita sadari maka kita telah menjadi monster makhluk yang menakutkan yang akhirnya akan membunuh hati nurani kita sendiri. Gelagat manusia yang mempunyai sifat seperti halnya sifat kepiting yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu sibuk merintangi orang lain yang akan menuju sukses sehingga lupa berusaha untuk memajukan diri sendiri. &lt;br /&gt;2. Selalu mencari dan menyalahkan pihak diluar dirinya untuk mencari kondisi aman bagi dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu cemas dengan keberhasilan orang lain, tidak perlu ada menyimpan iri hati apalagi tindakan yang bermaksud menghalangi teman atau orang lain agar mereka tidak maju. BUANG PIKIRAN NEGATIF SEPERTI ITU!!! Karena sesungguhnya, di dalam persaingan bisnis atau persaingan di bidang apapun, tidak peduli berakhir dengan kemenangan atau kekalahan, masing-masing dari kita mempunyai hak untuk sukses! Jika kita bisa menyadari bahwa, SUCCESS IS MY RIGHT, sukses adalah hak kita semua, maka secara konsekuen kita bisa menghargai setiap keberhasilan orang lain bahkan selalu siap membantu orang lain untuk mencapai kesuksesannya. Untuk itu, daripada mempunyai niat menghalangi atau menjatuhkan orang lain, jauh lebih penting adalah kita siap berjuang dan sejauh mana kita sendiri mengembangkan kemampuan serta potensi kita seutuhnya sehingga hasil yang akan kita capai akan maksimal dan membanggakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari www.andriewongso.com)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-8724040917160174380?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/8724040917160174380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=8724040917160174380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8724040917160174380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8724040917160174380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/pelajaran-dari-kepiting.html' title='Pelajaran dari Kepiting'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TTjAn26DVkU/Tbqbc_3NS-I/AAAAAAAAACg/rdg734epp2Y/s72-c/kepiting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-4695307571441202352</id><published>2011-04-29T03:14:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T04:00:17.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Building'/><title type='text'>Success is My Right</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ggmq-fBWVrw/TbqaJ_Q5kKI/AAAAAAAAACY/eypd6x4TR78/s1600/Graduation-02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ggmq-fBWVrw/TbqaJ_Q5kKI/AAAAAAAAACY/eypd6x4TR78/s320/Graduation-02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600958582980448418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis, "Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?" Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. "Hayoo, siapa yang mau uang ini?" Semua anak berebutan mengacungkan tangannya.Uang senilai itu bagi mereka sangat besar. Tiba-tiba, sang guru melipat-lipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, "Hayoo, siapa yang mau uang ini?" Walaupun merasa heran dengan kelakuan gurunya, murid-murid tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak "Saya..saya..saya.." Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu. Melihat antusiasme muridnya, sang guru kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan, dan kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapati gurunya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian murid melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang guru menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Guru pun kembali bertanya, "Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?" Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal, dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu guru, masih banyak murid yang antusias mendapatkan uang tersebut. "Aku guru..aku..". "Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal, dan bau?" "Jelek itu kan hanya bentuknya saja guru. Tetap saja uang itu nilainya seratus ribu", jawab murid-murid. Sang guru pun kemudian berujar, "Kalian benar. Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya. Nah Jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan. Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri dengan keyakinan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti akan kalian dapatkan", Jawab sang guru. Jadi, inti dari cerita ini adalah tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai keyakinan dalam diri kita bahwa sukses adalah hak saya, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka. Karena itu, seberat apapun perjuangan yang kita lakukan, seganas apapun padang gurun yang kita harus lewati, setinngi apapun gunung yang harus kita daki, seluas apapun samudera yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat "SUCCES IS MY RIGHT!!!". Tanamkan dalam diri dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri anda. Perjuangkan!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari www.andriewongso.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-4695307571441202352?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/4695307571441202352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=4695307571441202352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/4695307571441202352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/4695307571441202352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/success-is-my-right.html' title='Success is My Right'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ggmq-fBWVrw/TbqaJ_Q5kKI/AAAAAAAAACY/eypd6x4TR78/s72-c/Graduation-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-2059753834752628866</id><published>2011-04-28T11:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T12:03:29.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Learning'/><title type='text'>Kisah Seorang Bapak, Anak, dan Seekor Keledai</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6DITnABMy14/Tbm5hc3e2WI/AAAAAAAAACQ/Nhgi_ggsfow/s1600/keledai.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 286px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6DITnABMy14/Tbm5hc3e2WI/AAAAAAAAACQ/Nhgi_ggsfow/s320/keledai.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600711595947645282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disebuah dusun kecil tinggallah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang bapak dan anak laki-lakinya. Pada suatu hari, mereka mendapat undangan pesta dari sanak mereka di kampung seberang. Mereka tak bermodalkan apa pun selain keledai mereka yang kurus dan ringkih.&lt;br /&gt;"Oh keledai… malangnya engkau" Sang ayah berpikir. Bagaimana kiranya cara yang terbaik agar mereka dapat segera sampai tujuan. Sedangkan keledai miliknya hanyalah seekor makhluk yang kurus dan ringkih. Beberapa menit dia berpikir keras, dan akhirnya sang bapak pun mengambil keputusan.&lt;br /&gt;"Anakku, naiklah engkau ke atas keledai. Aku akan berjalan mengikuti kalian" katanya. Si Anak menyanggah "Tidak ayah, bagaimana bisa aku membiarkanmu berjalan ?"&lt;br /&gt;"Tak mengapa, naiklah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun menelusuri jalan dan menyinggahi perkampungan satu per satu. Tiba-tiba disebuah dusun, terdengar cibiran orang dusun kepada mereka. "DASAR ANAK DURHAKA!! AYAHNYA DIBIARKAN JALAN KAKI, SEDANGKAN DIRINYA ENAK-ENAKKAN DI TUNGGANGAN"&lt;br /&gt;Mendengar cibiran sedemikian rupa, sang anak pun buru-buru turun dari keledai dan bersegera bertukar posisi dengan ayahnya. "Ayo ayah, naiklah". Lantas mereka pun meneruskan perjalanan, giliran sang ayah yang naik di atas keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, baru beberapa saat mereka melanjutkan perjalanan, tudingan kasar kembali mendera mereka. "DASAR BAPAK TAK TAhU DIUNTUNG! BISA-BISANYA DIA MEMBIARKAN ANAKNYA KELELAHAN BERJALAN SEPERTI ITU". Mendengar hal itu, sang bapak tercengang. Ada apa ini ?? Ahhh.... hela nafasnya lelah. "Anakku, sudahlah... ayo naik saja. Kita berdua tunggangi keledai ini sampai ke tujuan. Orang-orang dusun sudah memandang yang bukan-bukan terhadap kita. Ayo, bergegaslah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, naiklah mereka berdua di atas keledai. Terdengar rengekan dari keledai yang ringkih. Tapi apa mau dikata, ini demi nama baik keduanya, begitulah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun demi dusun telah mereka lalui, tak ada dengungan cibiran.Tapi alangkah terkejutnya mereka ketika ada salah seorang yang meneriaki mereka dari kejauhan. "HEI... APA KALIAN INI TIDAK PUNYA OTAK?? KELEDAI ITU BISA MATI KELELAHAN JIKA KALIAN MENUNGGANGINYA SECARA BERSAMAAN", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH OH OH.... begitu rupanya. Dan akhirnya hanya tinggal satu pilihan bagi mereka kali ini, yakni dengan berjalan kaki saja. Ayah, anak dan keledai semua menelusuri jalan setapak demi setapak. Mungkin inilah keadilan, pikirnya. Biarlah demikian, jika dapat meredam omongan usil orang-orang dusun tersebut. Maka tak terasa,waktu berlalu dan mereka sampai ke daerah tujuan. Alhamdulillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, betapa terkejutnya mereka tatkala seorang pandir menertawai mereka dan berkata:&lt;br /&gt;"DASAR ORANG TOLOL, ADA KELEDAI KOK DIBIARIN NGANGGUR. HAHAHAHAHA". Masya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesan Moral&lt;/strong&gt;: "Jika Kita menjadikan perkataan manusia sebagai tolok ukur kehidupan kita, maka kita tak menemukan muara apa pun selain kebingungan dan perkara yang sia-sia dalam hidup kita. Orang lain hanya melihat diri kita dari satu sisi sudut pandang mereka saja tetapi diri kita sendirilah yang paling mengetahui siapa kita, kekuatan dan kelemahan kita, serta tujuan hidup kita. Janganlah kita berlomba dalam mencari siapa yang lebih baik dalam proses hidup ini tetapi berlombalah kita dalam hasil akhir hidup ini."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-2059753834752628866?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/2059753834752628866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=2059753834752628866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2059753834752628866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2059753834752628866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/kisah-seorang-bapak-anak-dan-seekor.html' title='Kisah Seorang Bapak, Anak, dan Seekor Keledai'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6DITnABMy14/Tbm5hc3e2WI/AAAAAAAAACQ/Nhgi_ggsfow/s72-c/keledai.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-1622608830390792343</id><published>2011-04-25T06:31:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T06:34:21.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Building'/><title type='text'>Doa Seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oDTqrYabEEQ/TbV4MlgVC2I/AAAAAAAAACI/KrfXBohraTc/s1600/DSC04887.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-oDTqrYabEEQ/TbV4MlgVC2I/AAAAAAAAACI/KrfXBohraTc/s320/DSC04887.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599513869326551906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. &lt;br /&gt;Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. &lt;br /&gt;Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. &lt;br /&gt;Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya &lt;br /&gt;dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. &lt;br /&gt;Seorang Putera yang sadar bahwa &lt;br /&gt;mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. &lt;br /&gt;Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. &lt;br /&gt;Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar &lt;br /&gt;untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, &lt;br /&gt;sanggup memimpin dirinya sendiri, &lt;br /&gt;sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah hamba seorang putra &lt;br /&gt;yang mengerti makna tawa ceria &lt;br /&gt;tanpa melupakan makna tangis duka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera yang berhasrat &lt;br /&gt;Untuk menggapai masa depan yang cerah &lt;br /&gt;namun tak pernah melupakan masa lampau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, setelah semua menjadi miliknya... &lt;br /&gt;Berikan dia rasa humor &lt;br /&gt;sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh &lt;br /&gt;namun tetap mampu menikmati hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah ia kerendahan hati... &lt;br /&gt;Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki... &lt;br /&gt;Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna... &lt;br /&gt;Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, &lt;br /&gt;hamba, ayahnya, dengan berani berkata "HIDUPKU TIDAKLAH SIA-SIA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis oleh Jenderal Douglas Mac Arthur ditengah pertempuran pasifik WW2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-1622608830390792343?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/1622608830390792343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=1622608830390792343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1622608830390792343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1622608830390792343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/doa-seorang-ayah.html' title='Doa Seorang Ayah'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-oDTqrYabEEQ/TbV4MlgVC2I/AAAAAAAAACI/KrfXBohraTc/s72-c/DSC04887.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-606710789230339704</id><published>2011-04-25T06:27:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T06:30:36.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Building'/><title type='text'>3 Hal Dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FiB1nTDR2hg/TbV3aBJTDvI/AAAAAAAAACA/5HfQfR0ft24/s1600/DSC04897.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FiB1nTDR2hg/TbV3aBJTDvI/AAAAAAAAACA/5HfQfR0ft24/s320/DSC04897.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599513000572817138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali: &lt;br /&gt;1. Waktu &lt;br /&gt;2. Perkataan &lt;br /&gt;3. Kesempatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time is free but it’s priceless, u can’t own it but u can use it. U can’t keep it but u can spend it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf. &lt;br /&gt;Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis. &lt;br /&gt;*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan. &lt;br /&gt;*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang: &lt;br /&gt;1. Kehormatan &lt;br /&gt;2. Kejujuran &lt;br /&gt;3. Harapan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. &lt;br /&gt;Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. &lt;br /&gt;Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu. &lt;br /&gt;Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hal dalam hidup yang paling berharga: &lt;br /&gt;1. Keluarga &lt;br /&gt;2. Sahabat &lt;br /&gt;3. Cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki. &lt;br /&gt;Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is the difference between blood and friend? Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If love hurts, then love some more. &lt;br /&gt;If love hurts some more, then love even more. &lt;br /&gt;If love hurts even more, then love till its hurt no more.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-606710789230339704?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/606710789230339704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=606710789230339704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/606710789230339704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/606710789230339704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/3-hal-dalam-hidup.html' title='3 Hal Dalam Hidup'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FiB1nTDR2hg/TbV3aBJTDvI/AAAAAAAAACA/5HfQfR0ft24/s72-c/DSC04897.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-1045347330244859996</id><published>2011-04-23T00:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T01:08:18.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Building'/><title type='text'>Menggapai Ketenangan Hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Bf_klNOKLXI/TbKIz3zE35I/AAAAAAAAAB4/Okd5LyIPOPM/s1600/62003_1668897881301_1202955213_1894227_3786034_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bf_klNOKLXI/TbKIz3zE35I/AAAAAAAAAB4/Okd5LyIPOPM/s320/62003_1668897881301_1202955213_1894227_3786034_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598687711507832722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa sih arti ketenangan hidup ? &lt;br /&gt;Apakah berhubungan erat dengan kekayaan ? Apakah uang segala-galanya ? Apakah kita perlu mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mencukupi kehidupan sampai-sampai kita baru pulang sampai ke rumah jam 9 atau 10 malam setiap harinya ? Hingga kita mengorbankan waktu untuk keluarga, orang tua, istri ataupun anak… Saya rasa semua orang akan melakukan hal itu semua, demi kesejahteraan keluarga, termasuk saya… Tapi bagaimana caranya supaya kita bisa kaya raya, tapi hidup tenang, sehat wal afiat dan bahagia… Inilah poin-poinnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar… &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ini sangat penting. Jangan kesusu atau ngoyo untuk menduduki posisi puncak karir. Karna efeknya akan banyak rekan kerja yang tidak suka dengan sikap agresif tadi. Pelan-pelan berikan sumbangsih, kritik atau saran ke hal yang berhubungan dengan kerja kita dengan santai, rilex tapi berbobot. Jangan mengebu-gebu… it’s not good you know… Jika kita berwirausaha, tanamkan kebaikan, jaga hubungan baik dengan semua partner bisnis, meskipun partner bisnis kita tersebut cuma tukang ojek yang nganter kita ke pasar… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selalu berdoa... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, setiap usaha kita harus selalu diiringi dengan doa. Kadang kala kita sudah maksimal, kita merasa planning kita sudah perfekto… yakin 110% berhasil, tapi… ngak tahu kenapa… kita gagal.. Kita tidak sempurna, man… Jadi kita butuh sekali bantuan yang namanya “Kuasa Illahi”… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhlas… &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, harus ikhlas dulu sebelum melakukan sesuatu. Karna dengan ini kita bisa menerima apapun hasil kerja kita, baik hasilnya baik ataupun buruk. Baik nanti ada yang suka ataupun tidak suka. So… mental kita sudah siap… siap sukses dan siap gagal! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikhtiar/Never Give Up! Atau jangan pernah menyerah… &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yup!, terus berusaha sampai kita benar-benar ngak mampu. Apa sih yang dimaksud dengan tidak pernah menyerah ?!. Hal ini pernah ditanyakan oleh murid-muridnya Imam siapa gitu (sorry lupa!)… Beliau ditanya ” Apa yang dimaksud dengan jangan pernah menyerah ? “, sang Imam tidak menjawab, tapi malah mengajak murid-muridnya itu berlari keliling lapangan. Setelah 5, 10 putaran murid-murid sang imam masih ikut menemani lari. Tapi satu per satu para murid kelelahan, dan berhenti… sedangkan sang imam terus berlari meskipun sudah tidak bisa berdiri lagi… sampai akhirnya pingsan! Lalu, setelah sadar para muridnya bertanya lagi ” kenapa imam tidak berhenti berlari, padahal sudah kelelahan ?”, Sang Imam menjawab ” itu yang namanya ikthiar, terus berusaha sampai kita benar-benar tidak punya daya lagi” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menabung... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengangap remeh hal ini. Anda bisa menabung dalam bentuk uang, perhiasan, emas atau asuransi. Ini sangat berguna untuk proteksi kehidupan kita atas intervensi diluar kekuatan kita. Misalnya gangguan politik yang menyebabkan inflasi atau krisis, proteksi dikala kita atau sanak saudara sakit, proteksi jika kita ingin resign dari perusahaan kita dikala kita sudah jenuh menjadi karyawan dan mulai ingin menjadi seorang enterpreneur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berolahraga... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah meninggalkan ini… Usahakan 30 menit setiap harinya berolahraga. Kalau masih ngak bisa, usahakan seminggu 1 kali. Kalau ini juga nggak bisa, gaswat bos!, siap-siap penyakit datang 1 persatu, dari masuk angin awalnya, kemudian kelelahan, kemudian flu, badan pegal-pegal, tipes, asam urat, stres lalu gila. Ya, jika kita ngak olahraga kita bisa gila! Kenapa ? Dengan berolahraga, kita melepaskan ketegangan hidup, kita berbincang, tertawa dengan rekan tim, aliran darah kita lancar, keluar keringat penyakit dsb… Pasti kelelahan sepulang olahraga, tapi pas bangun tidur, dijamin badan kita seger… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menikah... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yup, selain mendapatkan sahabat sejati tempat kita berbagi, kita juga bisa menjaga mata, hati, pikiran lalu bercinta dengan istri/ suami kita. Halal dan Wueeenak . Bercinta ada manfaat lainnya… yaitu obat stres paling mujarab didunia. karna setelah kita bercinta, tubuh kita mengeluarkan zat alami, zat endorfin. Yaitu, zat yang terdapat pada obat anti depresi. Zat ini bisa didapatkan juga didalam susu, setelah kita berolah raga dan bercinta. Yang paling mujarab, adalah bercinta. So… segerahlah menikah… jangan cuma pacaran dan kawin, menikahlah dengan pasangan anda… Pilihlah pasangan yang “baik” bukan yang sempurna… Semoga kita bisa mendapatkan ketenangan hidup yang hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success is our right !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-1045347330244859996?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/1045347330244859996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=1045347330244859996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1045347330244859996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1045347330244859996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/menggapai-ketenangan-hidup.html' title='Menggapai Ketenangan Hidup'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Bf_klNOKLXI/TbKIz3zE35I/AAAAAAAAAB4/Okd5LyIPOPM/s72-c/62003_1668897881301_1202955213_1894227_3786034_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-8037488367560417067</id><published>2011-04-22T14:11:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T14:17:30.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internal Spirit'/><title type='text'>30 seconds speech by Brian Dyson - Former CEO of Coca Cola</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wwJCaU6Nx7Y/TbHwE1ujfpI/AAAAAAAAABw/dWwshHLmcFU/s1600/Coca-Cola-CEO-Bryan-Dyson.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 159px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wwJCaU6Nx7Y/TbHwE1ujfpI/AAAAAAAAABw/dWwshHLmcFU/s320/Coca-Cola-CEO-Bryan-Dyson.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598519777730723474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Imagine life as a game in which you are juggling some five balls in the air. &lt;br /&gt;They are WORK, fAMILY, HEALTH, FRIENDS, and SPIRIT and you are keeping all of these in the air. &lt;br /&gt;You will soon understand that work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back. &lt;br /&gt;But the other four balls - FAMILY, HEALTH, FRIENDS and SPIRIT are made of glass. &lt;br /&gt;If you dop one of these, they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged, or even shattered. They will never be the same. &lt;br /&gt;You must understand that and strive for it." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Work efficiently during office hours and leave on time. Give the required time to your family, friends, and have proper rest. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-8037488367560417067?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/8037488367560417067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=8037488367560417067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8037488367560417067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8037488367560417067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/30-seconds-speech-by-brian-dyson-former.html' title='30 seconds speech by Brian Dyson - Former CEO of Coca Cola'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wwJCaU6Nx7Y/TbHwE1ujfpI/AAAAAAAAABw/dWwshHLmcFU/s72-c/Coca-Cola-CEO-Bryan-Dyson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-4484802424634130084</id><published>2011-04-22T14:02:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T14:08:40.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enlightenment'/><title type='text'>Tekad Yang Kuat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eD6AsAxhDTM/TbHtslZZYII/AAAAAAAAABo/IQ-A3Y3DXK4/s1600/climber.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eD6AsAxhDTM/TbHtslZZYII/AAAAAAAAABo/IQ-A3Y3DXK4/s320/climber.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598517162006896770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya"Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung". Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?" "Kalau saya memilih sebelah kiri?" "Sebelah kiri melewati banyak bebatuan". Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek. "Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan". "Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?" Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?" "Jika aku memilih jalan sebelah kanan?" "Sebelah kanan banyak semak berduri". Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek. Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga kepuncak gunung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti? Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini. Dengan senyum puas si kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!" selamat berjuang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan. Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success is our right !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disadur dari: www.andriwongso.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-4484802424634130084?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/4484802424634130084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=4484802424634130084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/4484802424634130084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/4484802424634130084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/tekad-yang-kuat.html' title='Tekad Yang Kuat'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eD6AsAxhDTM/TbHtslZZYII/AAAAAAAAABo/IQ-A3Y3DXK4/s72-c/climber.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-1258916241854695165</id><published>2011-04-22T12:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T12:47:50.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enlightenment'/><title type='text'>IQ Vs EQ</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8mqoBMrLngk/TbHbXK3X12I/AAAAAAAAABg/8IEVUQuVshg/s1600/interview.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8mqoBMrLngk/TbHbXK3X12I/AAAAAAAAABg/8IEVUQuVshg/s320/interview.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598497002898315106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan ada 2 orang dari 2 negara yang berbeda yaitu A dan B yang bekerja di sebuah perusahaan multinasional ternama di luar negeri. A adalah seorang pegawai yang berkualifikasi cukup mumpuni dengan otak yang cemerlang sedangkan B adalah seorang pegawai yang berkualifikasi biasa-biasa saja namun seorang yang berkemauan keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sama-sama memulai bekerja dalam waktu yang hampir bersamaan sebagai seorang operator, namun setelah 5 tahun bekerja karir mereka sangat jauh berbeda dimana si A masih tetap sebagai operator dan B telah mencapai posisi sebagai coordinator. Apa yang salah dengan si A? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Goleman dalam bukunya berjudul Working with Emotional Intellegence mengatakan: " our emotional intelligence determines our potential for learning the practical skills that are based on its five elements: Self-awareness, Motivation, Self-regulation, Empathy, and Adaptness in relationships. Our emotional competence shows how much of that potential we have translated into on-the-job capabilities" (Kecerdasan emosional kita menentukan potensi kita untuk belajar kemampuan praktis yang didasari pada 5 elemen: Pengendalian Diri, Motivasi, Aturan Diri, Kebersamaan, dan Adaptasi dalam sebuah hubungan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa arti sebenarnya dari EQ atau Kecerdasan Emosional ini? Menurut Candy Tymson dalam tulisannya berjudul IQ Vs EQ mengatakan bahwa EQ adalah Kemampuan diri kita untuk bertahan dan berteman dengan tekanan dan kemarahan. Seperti halnya Daniel Goleman, Candy Tymson pun menyebutkan 5 kriteria untuk mengukur atau melandasi kecerdasan emosional kita yaitu: &lt;br /&gt;1. Self Control: Are able to manage disruptive emotions and impulses effectively&lt;br /&gt;2. Trustworthiness: Display honesty and integrity&lt;br /&gt;3. Conscientiousness: Dependable and responsible in fulfilling obligations&lt;br /&gt;4. Adaptability: Flexible in handling change and challenges&lt;br /&gt;5. Innovation: Open to novel ideas, approaches, and new information.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 5 elemen yang melandasi kecerdasan emosional kita, dapat kita hubungkan dengan kisah dari si A dan B yaitu: Apakah si A dan si B telah memiliki kedewasaan emosional? Apakah A dan B telah memiliki keterbukaan wawasan? Apakah A dan B mau dan memiliki kepercayaan diri untuk "Develop and Grow"? Apakah A dan B memiliki kedewasaan dalam menghadapi orang lain dan dirinya sendiri? Mari kita telaah si A dan si B dari sisi budaya dan EQ masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A adalah seorang yang ber IQ lumayan dan memiliki kemampuan kerja tinggi, boleh dikatakan si A lebih pintar dibanding si B. Namun dari sisi EQ ada sedikit kekurangan pada A yang membuat karirnya tidak berkembang di perusahaan multinasional. Suatu hari saya menanyakan kepada si A: "Anda sudah bekerja selama 5 tahun di perusahaan ini dan saya lihat anda cukup cerdas, lalu kenapa anda tidak mendapatkan promosi jabatan?". A menjawab: "Ahh..saya tidak mau terbebani dengan dengan urusan yang membuat saya pusing. Saya ingin relax dan enjoy dengan pekerjaan saya, yang penting saya dapat uang banyak kemudian pulang kembali ke Indonesia". Lalu saya bertanya kembali: "Tapi kenapa si B yang memulai bekerja bersamaan karirnya lebih cepat naik?". Kemudian si A menjawab: "Ahh..Dia kan pintar menjilat dan bermulut manis, kalau saya tidak bisa seperti itu, saya orangnya apa adanya dan outspoken". Kembali saya bertanya: "Jika Boss memberi kepercayaan kepada anda untuk menjadi leader, apa anda siap?". A menjawab: "Saya tidak mau cape, yang penting uang." Setelah mendengar hal tersebut saya hanya tersenyum kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya amati sikap dan perilaku si B, B adalah seorang ber IQ rata-rata yang selalu rajin bersosialisasi dengan semua lapisan manajemen dari berbagai bangsa. Dia selalu rajin bertanya, mendengarkan, dan berkonsultasi baik itu dengan sesama rekannya ataupun atasannya. Dia selalu tersenyum dan tidak sekalipun saya melihat dia marah didepan umum ataupun membicarakan atasannya atau rekan kerjanya kepada khalayak. Emosinya selalu terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas memperlihatkan bahwa A memiliki IQ yang bagus namun tidak memiliki self control yang baik karena menampakan emosinya di depan umum dan selalu rajin membicarakan rekan kerja dan atasannya kepada khalayak. A juga kurang dalam hal Adaptability karena tidak bisa menyesuaikan diri dan bersosialisasi dengan semua lapisan manajemen di lingkungan kerja terutama dengan atasan yang suka menerapkan personal management dalam kempemimpinannya. Dalam Motivation dan Innovation, A juga sepertinya enggan untuk mengemban kerja dengan tanggung jawab yang besar dan "Lack of Innovation" karena menurut si A segala ide yang disampaikan kepada atasan selalu tidak ditanggapi sehingga timbulah sikap apatis. Hal ini mungkin dikarenakan penyampaian ide tersebut kurang tepat dalam hal tempat dan waktu penyampaian. Seperti yang Candy Tymson katakan: "In business for example it is the ability to step aside from your emotional reaction in an upsetting circumstance and look logically at what actually happened - and sometimes being that honest can be very confronting! However it enables you to see where the other person is coming from, and what you need to do to fix things". Namun hal yang sangat menonjol dari si A adalah hal Trustworthiness dan Conscientiousness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B jika dilihat dari sisi EQ, dia memiliki kedewasaan emosional yang sangat baik, dia juga memiliki kemauan dan kepercayaan diri untuk mengembangkan kemampuan diri dengan cara rajin bertanya, mendengar, dan berkonsultasi dengan rekan kerja dan atasannya. Selain itu dia memiliki adaptibility dan kedewasaan dalam menghadapi orang lain dan dirinya sendiri dimana dia berani dan rajin untuk bersosialisasi dengan segala tingkat manajemen tempat dia bekerja. Tidak selamanya "menjilat" dalam hal positif itu buruk. Serta memiliki motivasi dan inovasi yang baik dengan selalu mengatakan "SIAP dan BISA" jika atasan menyuruh si B untuk melakukan pekerjaan yang mungkin melebihi porsi kerjanya sebagai seorang operator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas dapat dipahami oleh kita kenapa si A yang ber IQ lebih baik dibanding B tidak mendapatkan amanah kenaikan jabatan dari atasannya dan justru B lah yang mendapatkannya. Boleh dikatakan A memiliki IQ yang baik tapi B lah yang ber EQ cemerlang. Dan justru manusia yang ber EQ tinggilah yang terbukti sukses dalam karir dan usaha. Seperti yang dikatakan Candy Tymson: "Research has confirmed time and time again that it is a person's communication skills that gets them to the top - and keeps them there. Ask any executive recruitment specialist and they will tell you that the emotional competence of the candidate is proving to be as important today as their intellectual competence. It's not that star performers have no limits on their abilities but rather they are aware of their limits. In short, out-of-control emotions can make smart people ineffective. What we are talking about is an ability to control and direct your emotions and feelings, but not being so controlled that you stifle all feeling and spontaneity - and therefore any spontaneous behaviour from those around you. If you have emotional competence you have a choice as to how you express your feelings and how you act".&lt;br /&gt;Jadi jelaslah sudah Kenapa si B dapat menduduki posisi Coordinator setelah bekerja 5 tahun dan nasib si A yang masih menjadi KOPMU (Kopral Mumet) alias ABA (Anak Buah Abadi).&lt;br /&gt;"Success is my right"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Written by: Aprie Subekti) &lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-1258916241854695165?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/1258916241854695165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=1258916241854695165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1258916241854695165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/1258916241854695165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/iq-vs-eq.html' title='IQ Vs EQ'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8mqoBMrLngk/TbHbXK3X12I/AAAAAAAAABg/8IEVUQuVshg/s72-c/interview.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-8945027768665483463</id><published>2011-04-22T12:00:00.001-07:00</published><updated>2011-04-22T12:30:37.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Enlightenment'/><title type='text'>Gusti Allah Tidak “ndeso” (Kampungan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XTgyInx6mlA/TbHXUJYWI8I/AAAAAAAAABY/LRKEtyex73o/s1600/Al%2BQuran.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XTgyInx6mlA/TbHXUJYWI8I/AAAAAAAAABY/LRKEtyex73o/s320/Al%2BQuran.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598492552913626050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...“Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya.&lt;br /&gt;“Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun.&lt;br /&gt;“Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, ” katanya lagi. “Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang.&lt;br /&gt;Kata Tuhan:&lt;br /&gt;Kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu.&lt;br /&gt;Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu.&lt;br /&gt;Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya bertanya balik, Emha berujar, “Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini?&lt;br /&gt;Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara.&lt;br /&gt;Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, dan pelit.&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga.&lt;br /&gt;Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid.&lt;br /&gt;Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak- injaknya.&lt;br /&gt;Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan.&lt;br /&gt;Sedang orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.&lt;br /&gt;Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya.&lt;br /&gt;Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama.&lt;br /&gt;Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh’afin (kaum tertindas).&lt;br /&gt;Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya. Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EKSTRINSIK Vs INTRINSIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis diceritakan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar berita perihal seorang yang shalat di malam hari dan puasa di siang hari, tetapi menyakiti tetangganya dengan lisannya.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW menjawab singkat, “Ia di neraka.”&lt;br /&gt;Hadis ini memperlihatkan kepada kita bahwa ibadah ritual saja belum cukup. Ibadah ritual mesti dibarengi ibadah sosial. Pelaksanaan ibadah ritual yang tulus harus melahirkan kepedulian pada lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas juga ingin mengatakan, agama jangan dipakai sebagai tameng memperoleh kedudukan dan citra baik di hadapan orang lain. Hal ini sejalan dengan definisi keberagamaan dari Gordon W. Allport. Allport, psikolog, membagi dua macam cara beragama: ekstrinsik dan intrinsik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ekstrinsik memandang agama sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Agama dimanfaatkan demikian rupa agar dia memperoleh status darinya. Ia puasa, misa, kebaktian, atau membaca kitab suci, bukan untuk meraih keberkahan Tuhan, melainkan supaya orang lain menghargai dirinya. Dia beragama demi status dan harga diri. Ajaran agama tidak menghujam ke dalam dirinya.&lt;br /&gt;Yang kedua, yang intrinsik, adalah cara beragama yang memasukkan nilai-nilai agama ke dalam dirinya. Nilai dan ajaran agama terhujam jauh kedalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Wallahu’alam, sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari Gusti Allah tidak 'ndeso' karya Emha Ainun Najib)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-8945027768665483463?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/8945027768665483463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=8945027768665483463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8945027768665483463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/8945027768665483463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2011/04/aing.html' title='Gusti Allah Tidak “ndeso” (Kampungan)'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XTgyInx6mlA/TbHXUJYWI8I/AAAAAAAAABY/LRKEtyex73o/s72-c/Al%2BQuran.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-2832424634362304827</id><published>2007-08-06T01:14:00.000-07:00</published><updated>2007-08-06T02:54:21.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Anthem'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rrbjo5_uMfI/AAAAAAAAAAk/1xroEz_ZwUE/s1600-h/Proklamasi-02.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095510320318657010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" height="160" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rrbjo5_uMfI/AAAAAAAAAAk/1xroEz_ZwUE/s200/Proklamasi-02.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA RAYA&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Original Version):&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Stanza 1:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe Bangsakoe &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ra'jatkoe Sem'wanja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja Oentoek Indonesia Raja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Reff: (repeat it twice)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Stanza 2:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Tanah Poesaka P'saka Kita Semoenja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Marilah Kita Mendo'a Indonesia Bahagia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja Oentoek Indonesia Raja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Reff: (repeat it twice)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Stanza 3:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Tanah Jang Soetji Tanah Kita Jang Sakti&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Di sanalah Akoe Berdiri 'Njaga Iboe Sedjati&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;S'lamatlah Ra'jatnja S'lamatlah Poetranja Poelaoenja Laoetnja Sem'wanja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja Oentoek Indonesia Raja&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Reff: (repeat it twice)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-2832424634362304827?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/2832424634362304827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=2832424634362304827' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2832424634362304827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/2832424634362304827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2007/08/indonesian-raya-original-version-3.html' title=''/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rrbjo5_uMfI/AAAAAAAAAAk/1xroEz_ZwUE/s72-c/Proklamasi-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-6351714538329596947</id><published>2007-04-13T00:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T22:44:33.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Get sharp'/><title type='text'>Mind Gymnastic</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0IrNWqcm0A4/Tie6ZRWJNzI/AAAAAAAAADc/I17eOhHiqZg/s1600/group-senior-friends_%257Erb06boo_053.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0IrNWqcm0A4/Tie6ZRWJNzI/AAAAAAAAADc/I17eOhHiqZg/s320/group-senior-friends_%257Erb06boo_053.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631674802365871922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PAVING THE WAY FOR MEMORY LANE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Feeling like the absent-minded professor lately? Here are some memory-improving strategies to keep your brain sharp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Ginkgo to Think&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ginkgo, the oldest surviving species of tree, has been traced back 300 million years and is one of the most widely studied plants. The leaf of the ginkgo tree is shaped like a human brain, and some believe this is why, in Asia, it has always had a reputation of benefiting the mental processes.&lt;br /&gt;A dwindling memory and decreased concentration is largely caused by decreased blood flow to the brain and loss of brain cells; ginkgo has been confirmed to boost circulation to the brain and other organs, improving memory and cognitive functions. Additionally, ginkgo is used far and wide as a longevity tonic in Asia and Europe.&lt;br /&gt;The best-known and most commonly available form of ginkgo is as teas and herbal extracts, but ginkgo nut, used in the culinary traditions of Asian cultures, also have therapeutic properties and is also said to strengthen lung function.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Mental Gymnastics Keep Your Mind Nimble&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;It is normal to become more absent-minded as we age, and in fact, most people over the age of 40 experience some memory loss. The most likely causes of a forgetful memory include poor concentration due to brain-chemical imbalance, tiredness, depression, anxiety, and sleep disorders. If you find you are more forgetful than usual, try these steps and see if there isn't some improvement in your cognitive clarity:&lt;br /&gt;1. Get an uninterrupted eight hours of sleep each night.&lt;br /&gt;2. Do a half an hour of cardiovascular exercise every day, such as brisk walking, slow jogging, biking, or swimming. This will improve circulation and increase blood flow to the brain.&lt;br /&gt;3. Turn yourself upside down for a couple of minutes daily.&lt;br /&gt;4. Mental fitness activities are imperative to prevent age-related cognitive decline. Read and learn new things, find new hobbies, do crossword puzzles, add up your bill in your head while shopping, memorize a set of phone numbers forward and backwards; all these can stimulate brain cell activities and in some cases even grow new brain pathways.&lt;br /&gt;5. Work with your physician to find a supplemental regimen that helps improve your cognitive capabilities. Memory-enhancing supplements and herbs include B-complex vitamins, magnesium, CoQ10, alpha-lipoic acid, fish oil, flax seed oil, Chinese club moss, ginkgo, and ginseng. A supplement that has been well-documented in Europe for reversing age-related dementia and memory loss is phosphatidylserine (PS), a compound made by the body from the amino acid serine. Taken in supplement form, PS lowers stress response and promotes the release of neurotransmitters in the brain that facilitate thought, reasoning, and concentration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;I hope you find your days more memorable for many years to come! I invite you to visit often and share your own personal health and longevity tips with me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May you live long, live strong, and live happy!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-6351714538329596947?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/6351714538329596947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=6351714538329596947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/6351714538329596947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/6351714538329596947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2007/04/mind-gymnastic.html' title='Mind Gymnastic'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-0IrNWqcm0A4/Tie6ZRWJNzI/AAAAAAAAADc/I17eOhHiqZg/s72-c/group-senior-friends_%257Erb06boo_053.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254885515822940857.post-6706746340302876518</id><published>2007-04-12T19:47:00.000-07:00</published><updated>2007-04-12T20:19:13.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The balance'/><title type='text'>Yin &amp; Yang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rh70ZdIShTI/AAAAAAAAAAc/c-OcS6n4b_A/s1600-h/View05.bmp"&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5052744550109578546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rh70ZdIShTI/AAAAAAAAAAc/c-OcS6n4b_A/s200/View05.bmp" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#6633ff;"&gt;Youth is not a time of life; it is a state of mind; it is not a matter of rosy cheeks, red lips and supple knees; it is a matter of the will, aquality of the imagination, a vigor of the emotions; it is the freshness of the deep springs of life.Youth means a temperamental predominance of courage over timidity of the appetite, for adventure over the love of ease. This often exists in a man of sixty more than a boy of twenty. Nobody grows old merely by a number of years. We grow old by deserting our ideals.Years may wrinkle the skin, but to give up enthusiasm wrinkles the soul. Worry, fear, self-distrust bows the heart and turns the spirit back to dust. Whether sixty or sixteen, there is in every human being's heart the lure of wonder, the unfailing child-like appetite of what's next, and the joy of the game of living. In the center of your heart and my heart there is a wireless station; so long as it receives messages of beauty, hope, cheer, courage and power from men and from the infinite, so long are you young. When the aerials are down, and your spirit is covered with snows of cynicism and the ice of pessimism, then you are grown old, even at twenty, but as long as your aerials are up, to catch the waves of optimism, there is hope you may die young at eighty...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3254885515822940857-6706746340302876518?l=aprie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aprie.blogspot.com/feeds/6706746340302876518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3254885515822940857&amp;postID=6706746340302876518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/6706746340302876518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254885515822940857/posts/default/6706746340302876518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aprie.blogspot.com/2007/04/yin-yang.html' title='Yin &amp; Yang'/><author><name>Aprie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01791740121779537256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HhMA-kNIDeI/Rh70ZdIShTI/AAAAAAAAAAc/c-OcS6n4b_A/s72-c/View05.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
